Jumat, Februari 17, 2012

London

London yap kota yang sangat indah nan cantik yang memiliki menara Big Ben.
emmph kali ini akan mengepost all about London, terutama menara Big Ben, cek it out (:

MENARA BIG BEN
Big Ben adalah nama yang merujuk pada sebuah menara jam yang terletak di Gedung Parlemen di Westminster, London, Inggris Raya, dan merupakan menara jam terbesar kedua di dunia. Jam ini terletak di timur laut dari rumah parlemen di Westminster, London. Ada alasan menara ini dinamai Big Ben, Big Ben sebenarnya adalah nama kecil dari lonceng yang terletak di dalamnya (dulunya adalah Great Bell). Menara ini juga dinamai The Tower of Big Ben, atau secara tidak tepat, Menara Santo Stephen.
Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada malam 22 Oktober 1834. Menara ini tingginya 96.3 meter (316 kaki) dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. 61 meter (200 kaki) di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter (9 kaki), pada kedalaman 4 meter (13 kaki) di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter (180 kaki) dari atas tanah.
Karena berubahnya kondisi tanah sejak pembangunannya, Menara Big Ben sedikit miring ke barat laut kurang lebih 220 milimeter (8.66 inci), menara ini miring setiap tahun sebanyak beberapa milimeter ke arah timur dan barat dikarenakan efek thermal.
Big Ben in the winter



Istana Buckingham

Buckingham Palace adalah kediaman resmi ratu Inggris di London. Istana ini adalah tempat untuk peristiwa-peristiwa kenegaraan, tempat menyambut tamu negara, dan tempat kunjungan pariwisata. Seringkali dalam masa-masa kegembiraan, krisis atau perkabungan, tempat ini juga menjadi pusat berkumpul untuk masyarakat Britania Raya.
Bangunan ini sebelumnya dikenal dengan nama Buckingham House, gedung yang dipergunakan sekarang ini dan menjadi tempat kunjungan dari para wisatawan asing, sebenarnya adalah sebuah balai kota yang dibangun untuk Duke of Buckingham pada tahun 1703 dan diambil alih oleh George III pada tahun 1761 dan dijadikan sebagai rumah pribadi yang dikenal sebagai "The Queen's House". Bangunan ini sudah mengalami pengembangan dari sejak dibangun, secara dasar oleh arsitek John Nash dan Edward Blore, sehingga menghasilkan tiga gedung sayap tambahan dari halaman tengah. Buckingham Palace akhirnya menjadi kediaman resmi dari keluarga kerajaan Britania Raya sejak pengangkatan Ratu Victoria pada tahun 1837. Penambahan terakhir dari gedung ini dibuat pada akhir abad ke-19 dan awal dari abad ke-20, termasuk di dalamnya bagian depan yang sering kita lihat sekarang dari Buckingham Palace. Bangunan ini juga masih beberapa kali direferensikan sebagai "Buck House".
Desain interiornya didominasi oleh hiasan yang berasal dari awal abad ke-19, dimana masih banyak juga yang dipajang hingga sekarang, termasuk penggunaan warna-warna cerah yang dikenal dengan teknikscagliola dan biru serta merah jambu lapis, yang merupakan saran dari Sir Charles Long. King Edward VII melakukan perubahan perubahan dekorasinya dan menambahkan Belle epoque cream dan warna-warna keemasan. Banyak ruangan untuk menerima tamu dalam ukuran kecil yang dilengkapi dengan furnitur-furnitur Cina yang dibawa dari Royal Pavilion yang terletak di Brighton dan dari Carlton House setelah wafatnya King George IV. Buckingham Palace Garden adalah taman milik pribadi yang terbesar di London, dimana desainnya dirancang oleh ahli pertamanan, Capability Brown, namun dirancang ulang oleh William Townsend Aiton dari Kew Gardens dan John Nash. Danau buatannya selesai dibuat pada tahun 1828 dan diisi air dari Serpentine, sebuah danau yang terletak di Hyde Park.
Didalam gedung ini juga ada satu ruangan yang dipergunakan sebagai ruangan kerja dari Queen Elizabeth II dan keluarga kerajaan untuk acara maupun jamuan resmi kenegaraan. Gedung ini merupakan salah satu gedung yang sangat popular dan dikunjungi oleh wisatawan tak kurang dari 50,000 orang per tahunnya untuk menghadiri jamuan makan malam, makan siang, resepsi dan pesta-pesta resmi keluarga kerajaan.

Istana Buckingham

Makanan Inggris

Fish and Chips merupakan makanan khas Inggris yang terdiri dari kentang goreng dan
ikan goreng dibalut tepung tawar serta dihidangkan saat masih panas. Hidangan ini disajikan tanpa penambahan bumbu apapun, alias tawar. Kalaupun ada bumbu yang selalu pelayan tawarkan, bumbu itu hanya cuka. Selain itu, dapat juga menggunakan vinegar. Vinegar adalah pengganti cuka yang umumnya di sini terbuat melalui fermentasi buah apel. Saat dihidangkan, ukuran 1 porsi biasanya lumayan besar atau banyak. Fish and Chips terbuat dari daging ikan laut cod atau haddock warna putih sebesar telapak tangan dengan chips potongan kentang.

Makanan Inggris lainnya seperti Sunday roast yaitu daging sapi, domba atau ayam yang disajikan dengan berbagai macam sayuran rebus, pudding Yorkshire, Apple pie yang sudah dikonsumsi sejak abad pertengahan. Berbagai pai daging dikonsumsi seperti steak dan kidney pie, shepherd’s pie, cottage pie, Cornish pie dan pork pie ( pie daging babi) yang dikonsumsi dingin. Beberapa jenis keju yang popular adalah cheddar dan wenslevdale.

Orang Inggris sangat berhati-hati dalam memilih makanan yang mereka makan. Tidak semua makanan mereka nikmati. Mereka takut akan segala macam “zat-kimia” termasuk asam asetat atau cuka di Indonesia, juga meminimalkan konsumsi natrium
Chloride alias garam dapur dan gula. Ini juga tampak dari iklan-iklan
makanan disini yang menggembar-gemborkan bahwa makanan ini rendah
kandungan garam, bebas gula dan tentu saja rendah lemak.

Mungkin orang Inggris menganut prinsip “tidak semua makanan harus
dimakan”, kecuali makanan yang jelas asal muasalnya. Harus ada
kepastian kandungan bahan makanannya. Atau bisa juga ada yang menjamin
kejelasan pembuatnya. Karena itu, istilah Home Made Cake biasanya lebih
laku untuk dibagi-bagi sebagai kue perayaan apapun.

Home made disini dapat diartikan bahwa makanan tersebut dibuat dengan sepengetahuan saya atau makanan yang dibuat oleh orang-orang yang kita kenal. Kalaupun ada makanan yang dibuat oleh pabrik, mereka dengan teliti melihat keterangan-keterangan dalam kemasan makanan tersebut. Misalnya, berasal dari mana dan pabrik yang memproduksinya. Jika mereka tidak mengenal pabrik yang memproduksi dan merupakan barang import, biasanya mereka memilih untuk tidak memakannya.

Namun, untuk kebanyakan makanan di Inggris cenderung asam, terutama buah-buahan seperti jeruk mangga, anggur, apel lebih banyak asamnya daripada manis. Buah-buahan yang manis yang biasanya matang justru dijual lebih murah. Sementara itu, harga sayuran segar di Inggris selalu labih mahal daripada makanan olahan atau kalengan.

Hampir semua bahan makanan hasil pertanian merupakan produk impor dari berbagai negara. Buah-buahan segar terutama datang dari Spanyol, Prancis dan Brasil. Beras murah dari Amerika dan beras yang sedikit lebih mahal tapi enak datang dari
Thailand. 



 BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar